Minggu, 15 Mei 2011

KONSEP ISLAM DALAM PERKEMBANGAN SENI


KONSEP ISLAM DALAM PERKEMBANGAN SENI

di tulis dalam rangka tugas makalah mata kuliah PAI

Pendahuluan
Dari segi makna literal Seni adalah halus, indah atau permai. Dari segi istilah, seni ialah segala yang halus dan indah lagi menyenangkan hati serta perasaan manusia. Dalam pengertian yang lebih padu seni merupakan sesuatu yang membawa nilai halus, indah, baik, suci, berguna dan bermanfaat serta mempunyai fungsi dan nilai sosial. Selain itu, keindahan adalah sesuatu yang wujud di luar diri manusia yang menikmati keindahan itu. Ia dapat dirasa, ditanggapi dan dihayati. Allah adalah sumberdaya dan sumber pemikiran manusia manakala imajinasi dan keupayaan mencipta yang ada pada manusia adalah percikan dari daya kreatif Allah.Oleh itu, seni berasal dari:
a. Seni ciptaan Allah
b. Seni ciptaan manusia
Dalam sejarah dan perkembangan seni merupakan kesinambungan dari kesenian pada zaman silam yang telah berkembang dan dicorakkan oleh konsep tauhid yang tinggi pada Allah SWT. Keseniam islam telah berkembang pada zaman nabi Daud AS dan putranya nabi Sulaiman AS dan terus berkembang di zaman Nabi Muhammad Saw dan di zaman selepas kewafatan beliau hingga sekarang. Kesenian islam menitikberatkan kesejajaran dengan tuntutan tauhid dan syara’.
Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam (agama/ketuhanan) menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Seni Islam sepanjang ruang dan waktu, memiliki identitas dan esensi yang satu. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Namun, keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Dengan begitu, para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral.
Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran.


Pembahasan
Seni merupakan ekspresi keindahan. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat raya ini. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya, dan tiada baginya sedikit pun retak-retak?” [QS 50: 6].
Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Ajakan-ajakan kepada manusia pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Karena itu, mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian.
Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. Suatu ketika dikisahkan, Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas, lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun, Beliau turun kembali. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu, sampai mereka memegang dan merabanya. Nabi Muhammad Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata, “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat.”
Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya, atau oleh alat musik dan getaran nadanya, maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati.”
Seni dijadikan sebagai alat menyebarkan agama dan memperkukuhkan amal kebajikan dan kebaikan dikalangan umat. Hasil seni boleh menjadi faktor pendorong yang intensif bagi mengingati dan memuji Allah. Daya seni yang dikurniakan oleh Allah adalah bertujuan untuk menimbulkan keikhlasan dan kesedaran dalam diri manusia. Dengan bakat seni yang ada, para seniman muslim ternyata mampu menggunakan berbagai teknik, bentuk seni yang terbuka di tempat yang berlainan ke dalam daerah seni dan budaya Islam.
Kesenian Islam menyangkut perintah asas masyarakatnya. Seni juga mengukuhkan persiapan individu untuk mematuhi ajaran Allah selaras dengan tujuan asas penciptaan mereka. Pernyataan seni ibarat kaidah di antara zat spiritual dan rangka material. Oleh itu, menjadi tanggungjawab para seniman untuk menterjemahkan idea Islam ke dalam bahasa seni. Menurut perspektif Islam, daya kreatif seni adalah dorongan atau desakan yang diberikan oleh Allah yang perlu digunakan sebagai bantuan untuk memeriahkan kebesaran Allah.
Pada masa awal perkembangan Islam (zaman Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya) belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Bahkan, terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni. Hal ini karena pada masa itu, kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan, menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Karena itu, belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu.
Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Kehati-hatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab, khalifah kedua, pernah berkata, “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba].” Ucapan ini benar adanya, dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian.
Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia, maka sunnah Nabi mendukung, tidak menentangnya.
Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara, Asia Kecil, dan Eropa. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia, Mesir, Moor, Spanyol, Bizantium, India, Mongolia, dan Seljuk. Di daerah-daerah tersebut, Islam membaur dengan kebudayaan setempat. Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru, berbeda dengan karakter seni tempat asalnya.
Seni berpotensi untuk menyampaikan sebuah pesan. Seperti seni Islami yang menyampaikan pesan kebaikan dalam Islam. Seni Islami tidak sama dengan seni Arab. Seni Islami bisa bersumber dari budaya daerah di Indonesia. Justru dengan pendekatan seni dan budaya lokal, pesan Islam akan mudah diserap. Contohnya masyarakat Jawa zaman dahulu.Masyarakat Jawa dahulu mudah menerima nilai-nilai Islam yang dibawa Walisongo, karena menggunakan pendekatan seni dan budaya.
Contoh seni dalam Islam
Pada dasarnya, sesuatu yang indah itu disukai oleh Allah kerana Dia zat yang Maha Indah dan menyukai yang indah. Islam mempunyai kriterianya yang tersendiri untuk dijadikan pengukur pedoman bagi menentukan halal atau haramnya sesuatu karya seni itu. Kriteria pertama ialah seni atau karya seni itu mestilah baik iaitu yang mempunyai cirri-cirinya yang khusus. Antaranya ialah tidak merosakkan budi pekerti yang mulia serta tidak melalaikan orang dari beribadat dan mengingati Allah. Kriteria penolakan pula ialah seni atau karya seni tersebut buruk yaitu boleh merusakkan moral, melalaikan diri daripada beribadat kepada Allah dan sekaligus melupakanNya.
1. Seni Suara
Menurut pandangan Islam, seni suara dibagi menjadi 2 kriteria yaitu seni suara yang baik dan seni suara yang buruk. Seni suara yang baik meliputi bacaan al-Quran dengan suara yang merdu, syahdu dan lunak, melagukan azan, menyanyikan lagu-lagu jihad, berzikir, mendendangkan nyanyian hari-hari raya, menyanyikan selamat jalan dan selamat kembali kepada para jemaah haji, berzanji dan lain-lain. Seni suara yang buruk pula meliputi nyanyian-nyanyian yang sering menimbulkan nafsu berahi, lagu-lagu joget dan tarian yang bercampur antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim, lagu-lagu yang merusak budi pekerti muda mudi serta melalaikan mereka dari beribadat kepada Allah.
Al-Quran adalah kalam Allah dan kitab suci umat Islam. Ia bukan saja mempunyai nilai sastera yang amat indah dan tinggi tetapi juga mempunyai seni bacaan yang unik. Oleh karena itu, membaca al- Quran diberikan prioriti yang pertama dan utama dalam Islam. Kita dituntut oleh syariat Islam supaya membaca al-Quran mengikut tajwidnya yang betul dan dengan suara yang baik bukan dengan cara berlagu sebagaimana lagu-lagu qasidah. Ini kerana ia boleh merusak dan mungkin akan menambah atau mengurangkan huruf-huruf al-Quran dan dianggap suatu bida’ah pula. Menurut Ibn Hajar al-Haithami dalam kitabnya, Kaff al-Ri’a’ al Muharramat al-Sama’, kesengajaan membaca al-Quran secara berlagu dengan menambahkan huruf atau menguranginya untuk memperindah dan memperhias adalah fasiq. Bahkan menurut fatwa Imam al-Nawawi mengenai golongan yang membaca al-Quran dengan berlagu yang buruk serta banyak perubahannya, maka hukumnya adalah haram menurut ijmak para ulama’
2. Seni Rupa
Seni rupa Islam adalah seni rupa yang berkembang pada masa lahir hingga akhir masa keemasan Islam. Rentang ini bisa didefinisikan meliputi Jazirah Arab, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Eropa sejak mulai munculnya Islam pada 571 M hingga mulai mundurnya kekuasaan Turki Ottoman. Walaupun sebenarnya Islam dan keseniannya tersebar jauh lebih luas daripada itu dan tetap bertahan hingga sekarang.
Seni rupa Islam adalah suatu bahasan yang khas dengan prinsip seni rupa yang memiliki kekhususan jika dibandingkan dengan seni rupa yang dikenal pada masa ini. Peranan seni rupa sendiri cukup besar di dalam perkembangan seni rupa modern. Antara lain dalam pemunculan unsur kontemporer seperti abstraksi dan filsafat keindahan. Seni rupa Islam juga memunculkan inspirasi pengolahan kaligrafi menjadi motif hias.
Dekorasi di seni rupa Islam lebih banyak untuk menutupi sifat asli medium arsitektur daripada yang banyak ditemukan pada masa ini, perabotan. Dekorasi ini dikenal dengan istilah arabesque. Peninggalan seni rupa Islam banyak berbentuk masjid, istana, ilustrasi buku, dan permadani.





KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan dan pembahasan makalah di atas, maka dapat disimpulkan seni dalam agama Islam merupakan sebuah bentuk keindahan dan sebagai bentuk dari penyebaran Islam di dunia. Melalui seni Islam berkembang pesat di seluruh penjuru dunia. Selain itu, seni juga memperkokoh amal kebajikan dan kebaikan dikalangan umat manusia. Seni yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita bertujuan untuk menimbulkan keikhlasan dan kesadaran dalam diri manusia. Kesenian Islam mencangkup perintah asas manusia. Dengan bakat seni yang ada, para seniman muslim ternyata mampu menggunakan berbagai teknik, bentuk seni yang terbuka di tempat yang berlainan ke dalam daerah seni dan budaya Islam.
Allah menyukai sesuatu yang indah karena Allah merupakan zat yang Maha Indah. Islam mempunyai kriteria tersendiri untuk dijadikan pengukur pedoman bagi penentuan halal atau haramnya sesuatu karya seni. Kriteria pertama ialah seni atau karya seni itu pasti baik yaitu tidak merusak budi pekerti yang mulia serta tidak melalaikan seseorang untuk beribadah dan mengingat Allah SWT. Kriteria yang buruk yaitu seni atau karya seni tersebut merusak moral, melalaikan diri untuk beribadah kepada Allah dan sekaligus melupakanNya.
Seni suara dalam islam misalnya membacaan al-Quran dengan suara yang merdu, syahdu dan lunak, melagukan azan, dan menyanyikan lagu-lagu jihad atau nasyid. Sedang dalam seni rupa banyak sekali yang dihasilkan., misalnya kaligrafi, seni bangunan permadani dsb.
Saran
Kita sebagai insan mulia, sebaiknya kita harus bisa menggunakan seni dengan baik. Mampu menikmatinya sesuai dengan syari’at Islam dan tidak menyimpang dari Al Qur’an. Karena seni dalam Islam sungguh indah dan Allah sangat menyukai keindahan.




DAFTAR PUSTAKA
AL-Quran
http://www.alifmagz.com/wp/2008/09/12/seni-dalam-islam/
www.wikipedia-indonesia.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More